Pendengaran merupakan salah satu bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kemampuan mendengar membantu anak mengenali suara, berkomunikasi, serta mendukung perkembangan bicara dan bahasa. Karena itu, pemeriksaan pendengaran sejak dini dapat membantu mengetahui kondisi pendengaran anak dan menentukan langkah pemeriksaan selanjutnya bila diperlukan.
Di Poliklinik THT, terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pendengaran dan kondisi telinga anak, di antaranya OAE, Timpanometri, dan BERA. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda.
Apa Itu OAE?
OAE (Otoacoustic Emission) merupakan pemeriksaan otomatis untuk menilai kesehatan koklea atau rumah siput, khususnya fungsi sel rambut di telinga bagian dalam.
Pemeriksaan OAE berlangsung relatif singkat, yaitu sekitar 5–10 menit, dan dilakukan dengan menggunakan sumbat telinga lembut yang memberikan nada halus. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan ideal sebagai skrining awal pada bayi baru lahir, terutama usia 0–3 bulan.
Kapan OAE dapat dilakukan?
OAE dapat menjadi bagian dari skrining pendengaran, terutama pada bayi baru lahir. Pemeriksaan juga dapat dipertimbangkan pada anak yang menunjukkan tanda-tanda seperti kurang merespons suara atau mengalami keterlambatan bicara.
Apa Itu Timpanometri?
Timpanometri adalah pemeriksaan untuk mengukur kelenturan gendang telinga dan tekanan udara di telinga tengah.
Pemeriksaan dilakukan dengan memasang ear tip lembut pada liang telinga, kemudian alat memberikan hembusan udara yang sangat halus untuk merekam respons gendang telinga. Hasil pemeriksaan berupa grafik atau timpanogram yang kemudian dapat dijelaskan oleh dokter.
Timpanometri merupakan pemeriksaan yang cepat, dengan durasi sekitar 3–5 menit untuk setiap telinga, tanpa jarum, obat bius, maupun rasa sakit. Bayi juga dapat diperiksa saat dipangku atau tertidur.
Pemeriksaan ini dapat membantu dokter menilai kondisi seperti cairan di telinga tengah, gangguan pada gendang telinga, serta penyumbatan Tuba Eustachius.
Apa Itu BERA?
BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) merupakan pemeriksaan yang mengukur respons sinyal saraf pendengaran dari telinga hingga ke otak.
Pada pemeriksaan ini, sensor lembut ditempelkan pada kulit kepala untuk merekam respons saraf pendengaran. Pemeriksaan dilakukan saat anak tertidur lelap dan tidak bergerak, sehingga hasil dapat direkam dengan baik.
BERA membutuhkan waktu sekitar 30–60 menit dan dapat digunakan pada anak usia 3 bulan ke atas atau sebagai evaluasi setelah pemeriksaan OAE. Pemeriksaan ini membantu menentukan tingkat pendengaran secara lebih akurat pada bayi dan anak.
Apa Perbedaan OAE, Timpanometri, dan BERA?
Ketiga pemeriksaan tersebut bukan pemeriksaan yang saling menggantikan. Masing-masing memberikan informasi mengenai bagian yang berbeda dari sistem pendengaran dan kondisi telinga. Pemeriksaan yang diperlukan dapat disesuaikan dengan kondisi dan hasil evaluasi dokter.
Kapan Anak Perlu Diperiksa?
Orang tua dapat memperhatikan beberapa tanda yang perlu dikonsultasikan, seperti:
- Bayi tidak menunjukkan respons ketika mendengar suara keras.
- Anak tidak menoleh ketika namanya dipanggil.
- Anak mengalami keterlambatan bicara (speech delay).
- Anak sering meminta volume televisi atau perangkat audio lebih keras.
- Anak kurang merespons suara di sekitarnya.
Selain itu, skrining pendengaran juga sangat penting pada bayi baru lahir dan bayi dengan faktor risiko tertentu, seperti lahir prematur atau memiliki riwayat kuning berat.
Deteksi Dini untuk Mendukung Tumbuh Kembang Si Kecil
Kemampuan mendengar berperan dalam proses anak belajar berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan pemeriksaan yang sesuai, kondisi pendengaran anak dapat dievaluasi lebih dini.
OAE, Timpanometri, dan BERA memiliki fungsi masing-masing dalam membantu pemeriksaan pendengaran dan kesehatan telinga. Jika orang tua menemukan tanda-tanda yang mengkhawatirkan pada pendengaran atau perkembangan bicara anak, konsultasikan dengan Dokter Spesialis THT untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.
Dengar Lebih Jelas, Dukung Masa Depan Si Kecil.
Poliklinik THT Rawat Jalan RSU Bhakti Asih
#SehatBersamaBhaktiAsih